Share

Insinyur Indonesia Kalah Jauh dari Negara Tetangga

Marieska Harya Virdhani, Okezone · Selasa 10 Maret 2015 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2015 03 10 65 1116415 insinyur-indonesia-kalah-jauh-dari-negara-tetangga-qWuXOyECwH.jpg Jumlah insinyur Indonesia masih kalah jauh jika dibandingkan dengan negara tetangga. (Foto: shutterstock)

DEPOK – Hingga 70 tahun kemerdekaan, jumlah insinyur Indonesia kalah jauh dari negara tetangga. Padahal, peran para insinyur sangat vital dalam pembangunan bangsa.

Menristek Dikti Muhammad Nasir menyebutkan, saat ini Indonesia hanya memiliki 2.671 insinyur per 1 juta penduduk. "Sedangkan negara tetangga bisa 3.337 insinyur per 1 juta penduduk. Kita tak perlu dengar Singapura seperti apa, Jepang seperti apa, mereka jauh lebih tinggi. Terlihat dari publikasinya," terang dia.

Saat meresmikan Pusat Riset Nanotechnology Mochtar Riady Plaza Quantum di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), Selasa (10/3/2015), Nasir menjelaskan kemajuan suatu negara sangat bergantung pada perkembangan teknologi. "Dan, teknologi bisa maju bergantung pada insinyur yang dihasilkan perguruan tinggi, khususnya di UI," imbuhnya.

Menurut mantan Rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini, riset mendukung kelahiran berbagai prototipe produk teknologi. Nasir pun mendorong agar civitas akademika UI memberi contoh ke kampus lain.

"Berikan riset unggul. Berikan produk yang berguna diaplikasikan masyarakat. Maka dengan (adanya laboratorium) ini, diharapkan menghadirkan produk inovasi," tuturnya.

Selain itu, kata Nasir, sesuai nawacita program Presiden Joko Widodo tentang ketahanan pangan, maka penelitian para dosen dapat mulai fokus di bidang pertanian dan energi. Setidaknya bisa memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri.

"Luas pertanian kita makin berkurang. Sekarang bagaimana bisa mendekatkan sehingga ada efek multiplayer dengan teknologi," ujarnya.

Follow Berita Okezone di Google News

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini