Cara Mudah Melupakan Orang yang Dicintai

Sabtu 07 Februari 2015 11:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 06 65 1102456 cara-mudah-melupakan-orang-yang-dicintai-pmia1tzOPy.jpg Ilustrasi: dok. Okezone

DUALISME dalam kehidupan di dunia ini sulit dihindari. Dualisme ini di dalam ajaran Hindu disebut Rwa Bhineda, yaitu dua hal yang berbeda yang selalu berdampingan, yang seolah-olah bertentangan tetapi selalu saling melengkapi. Dari sekian dualisme yang ada, di antaranya lelaki-wanita, siang malam, suka-duka dan pahit-manis. Semua itu sesuatu yang bertentangan namun menciptakan harmoni dalam kehidupan.

Dalam kehidupan, setiap orang hampir semua pernah merasakan pahit manisnya bercinta. Cinta sulit diuraikan dengan kata-kata. Keindahannya bagaikan surga, surganya dunia. Di balik keindahan percintaan tersimpan berbagai hal yang menyakitkan, tak jarang membuat seseorang hingga lemah tanpa daya. Bahkan banyak pula hingga bunuh diri karena cinta. Manakala cinta menjadi sumber penderitaan maka itulah rasa pahitnya percintaan, nerakanya dunia.

"Di mana ada cinta di sana ada ketakutan, cinta adalah tempat bagi kedukaan, dan cinta juga yang merupakan permulaan dari segala kedukaan. Oleh karena itu, tinggalkan segala kecintaan itu dan mantaplah dalam kesukaan." (Canakya Nitisastra XIII.6).

Jalinan kasih antara seorang wanita dengan lelaki yang dimabuk asmara selalu penuh dengan warna-warni cinta yaitu keindahan dan penderitaan. Bila tiba waktunya berhadapan dengan penderitaan, setiap orang memiliki cara-cara tersendiri untuk lepas dari penderitaan yang dihadapi. Demikian juga halnya dengan usaha-usaha untuk melupakan orang yang dicintai.

Tiada pertemuan tanpa ada perpisahan, laksana seorang yang lahir kematian adalah pasti, demikian juga dengan suatu ikatan kasih. Ada pertemuan maka perpisahan adalah pasti. Sebagian orang mungkin menyadari hal ini tetapi ketika dia berhadapan dengan masalah, dalam hal ini perpisahan dengan orang yang dicintai, seseorang dapat kehilangan akal sehat untuk keluar dari dilema yang dihadapi.

Telah banyak orang menguraikan bagaimana cara mudah melupakan orang yang dicintai agar tidak menderita karena cinta. Sebenarnya setiap orang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri namun tak banyak yang menyadari kemampuan dirinya. Sumber berbagai masalah kuncinya hanya pada pikiran, demikian juga solusinya juga bersumberkan dari pikiran. Tidaklah salah bila kitab suci menguraikan tentang membebaskan diri dengan pikiran.

Barangsiapa merasa dirinya bebas, maka dia akan benar-benar bebas. Dan barangsiapa merasa dirinya masih terikat, maka dia akan selamanya terikat. "Seperti yang dipikirkannya, begitu juga dia mengubah dirinya," demikianlah kata-kata mutiara di dunia ini, yang sebenar-benarnya adalah benar (Ashtavakra Gita I.11).

Untuk ia yang lagi berusaha melupakan si dia. Inilah tips sederhana yang diuraikan secara singkat:

1. Menyibukkan Diri

Sibuk dengan berbagai aktivitas, tidak hanya membuat seseorang menjadi orang yang sukses dan berdikari. Apabila seorang ingin melupakan orang yang dicintai, menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan bermanfaat salah satu cara praktis dan elastis. Jadikan rasa sayang terhadap dia sebagai motivasi dalam meraih kesuksesan. Dengan kesibukan maka kita akan lupa dengan si dia, sedangkan kesuksesan pun kita raih.

2. Tidak Berusaha Melupakannya

Hendak melupakan seseorang bukan berarti harus berusaha melupakannya, apalagi sampai menghabiskan energi hanya untuk melupakan si dia. Justru dengan membiarkan berjalan alami akan lebih mudah melupakan seseorang. Hanya menghabiskan energi jika berusaha mati-matian untuk melupakannya. Sebaiknya manfaatkan energi untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

3. Tidak Membenci

Dari rasa sayang akan muncul kebencian. Demikian sebaliknya, dari rasa benci muncul rasa sayang. Dengan membenci orang yang pernah dicintai akan menyebabkan rasa sayang itu muncul kembali di kemudian hari sehingga untuk melupakan dia semakin sulit. Alangkah baiknya tidak membenci, juga tidak mencintai. Dalam ajaran agama selalu dianjurkan tetap seimbang antara suka dan duka, rasa benci dan cinta. Maka dengan demikian, seseorang akan memperoleh kebebasan ataupun kemenangan, kemenangan atas kehidupan yang sejati.

4. Mencari Pengganti

Apabila tiga cara di atas tidak dapat dilakukan. Cara ini mungkin tepat untuk seorang yang belum berpikir dewasa. Dari sudut pandang saya pribadi, mencari pengganti si dia dengan orang lain adalah cara kurang tepat sebab besar kemungkinan orang yang dijadikan penggantinya hanya sebagai pelampiasan. Meski kurang tepat namun bagi orang tertentu cara ini baik untuknya.

5. Mencari Keburukan

Setiap orang pasti memiliki kekurangan. Di dunia ini menurut kitab Slokantara manusia tidak ada yang sempurna bahkan malaikat sekalipun. Selama kita bercinta dengan seseorang sedikit tidaknya pasti mengetahui sisi buruk si dia. Saat ingin melupakan si dia, carilah sampai ke akar-akar sisi buruk tersebut. Mulai dari fisik sampai sifat atau karakter yang dimiliki sehingga rasa sayang yang kita miliki akan lentur dan lebur. Mencari keburukan orang lain mungkin salah dari berbagai sudut pandang, baik etika, moral maupun agama. Tetapi cara ini juga baik untuk dilakukan meski keliru, keliru demi kebaikan itu benar.

I Ketut Merta Mupu, SH.

Mahasiswa Universitas Dwijendra Denpasar

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini