Share

10 Tokoh Dunia Tersandung Skandal Akademis

Giovanni, · Senin 02 Februari 2015 13:03 WIB
https: img.okezone.com content 2015 02 02 65 1100181 10-tokoh-dunia-tersandung-skandal-akademis-M5gdXCYHGd.jpg Perguruan tinggi berhak mencabut gelar akademis seseorang jika orang tersebut terbukti melakukan kesalahan akademis. (Foto: shutterstock)

JAKARTA – Gelar akademis seseorang tidaklah abadi. Perguruan tinggi pemberi gelar dapat mencabut titel tersebut jika terbukti terjadi skandal akademis yang dilakukan pemiliknya.

Pada 1918, University of Pennsylvania memutuskan untuk mencabut gelar kehormatan yang pernah mereka berikan kepada kaiser Jerman dan duta besar Jerman untuk Amerika Serikat dan Meksiko. Penyebabnya, kedua orang tersebut dinilai memiliki peran dalam Perang Dunia I.

Biasanya, setelah penyelidikan mendalam atas suatu skandal akademis seseorang, almamater pemberi gelar akan mencabut gelar tersebut. Bahkan, banyak di antara tokoh yang terlibat skandal akademis ini akhirnya mundur dari berbagai jabatan penting mereka di pemerintahan.

Meski begitu, ada juga beberapa perguruan tinggi yang menolak mencabut gelar mereka terhadap alumninya yang dinilai terjerat kasus kriminal. University of St. Andrews misalnya, memutuskan tidak mencabut gelar doktor kehormatan yang dimiliki Fred Godwin, walaupun dirinya punya peranan dalam bangkrutnya The Royal Bank of Scotland.

Tidak hanya itu, The London School of Economics and Political menolak untuk mencabut gelar Ph.D Saif al-Islam, putra dari Muammar Qadhafi. Padahal saat itu Saif telah didakwa oleh Pengadilan Kriminal Internasional untuk kejahatan terhadap kemanusiaan.

Seperti dilansir US News, Senin (2/2/2015) berikut ini 10 tokoh dunia yang gelar akademisnya dicabut.

Pal Schmitt

Pada April 2012 lalu, Pal Schmitt mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Hungaria setelah gelar doktornya dicabut oleh Semmelweis University, Budapest. Menurut laporan BBC, gelar Schmitt dicabut lantaran 210 dari 215 halaman disertasinya terbukti hasil jiplakan.

Karl-Theodore zu Guttenberg

Karl merupakan mantan menteri pertahanan yang berpeluang besar menjadi penerus Kanselir Jerman, Angela Merkel. Dia mengundurkan diri pada Maret 2011 setelah mengakui bahwa gelar doktornya diperoleh dari hasil menjiplak. Universitas Bayreuth dengan tegas mencabut gelar Karl dengan mengutip ada kesalahan serius dalam disertasinya.

Heather Bresch

Putri Gubernur Virginia Barat, AS, Joe Manchin III, ini dicabut gelar E.M.B.A-nya oleh The College of Business and Economics, Virginia Barat pada 2008. Ketika itu, Bresch yang menjabat sebagai CEO sebuah perusahaan farmasi belum belum menyelesaikan beberapa mata kuliah yang diambil.

Charles Pellegrino

Awalnya, melalui website resminya, Pellegrino mengumumkan bahwa gelar doktornya telah dicabut oleh Victoria University of Wellington, Selandia Baru, lantaran sengketa teori evolusi. Namun, uniknya, Wakil Rektor Victoria University mengaku kepada New York Times tidak pernah mencabut gelar Pellegrino. Bahkan dia menegaskan bahwa Victoria University tidak pernah menyematkan gelar Ph.D kepada Pelegrino sehingga tidak mungkin mereka bisa mencabut gelar tersebut.

Shamim “Chippy” Shaik

Pada 2008, University of Natal yang kini bernama University of KwaZulu Natal, mencabut gelar doktor milik Shamim Shaik. Pihak kampus membuktikan bahwa lebih dari dua pertiga disertasinya tentang teknik mesin merupakan hasil menjiplak. Pria yang akrab disapa "Chippy" ini pernah menjadi kepala akuisisi untuk Armaments Corporation of South Africa.

Jerome Lambert

Westark Community College yang kini menjadi bagian dari University of Arkansas, Fort Smith, mencabut gelar sarjana yang dimiliki pemain bola basket ini. Para petinggi universitas mendapati bahwa asisten pelatih di Baylor University telah memberikan makalah program Westark sambil merekrutnya ke Baylor.

Robert Mugabe

Pada Juli 2007 gelar doktor kehormatan Mugabe dicabut oleh Universiy Edinburgh yang kala itu menjabat sebagai Perdana Menteri dan Presiden Zimbabwe. Gelarnya dicabut lantaran Mugabe dianggap berperan dalam kegagalan ekonomi Zimbabwe dan kepemimpinannya yang dinilai menindas.

Andrey Bezrukov

Pada Juli 2010, Harvard University mencabut gelar pascasarjana Bezrukov. Mata-mata Rusia ini mendapatkan gelar akademis di bidang administrasi publik dengan nama samaran Donald H. Heathfield.

Serkan Anilir

Gelar doktor tokoh nasional Turki ini dicabut oleh University of Tokyo pada 2010. Anilir terbukti melakukan plagiarisme dan berbohong dalam resumenya.

Anna Gomberg

Pada 1952, gelar dalam ilmu kedokteran hewan milik Gomberg dicabut oleh Collegium of the Ministry of Agriculture. Alasannya, Gomberg terbukti melakukan penelitian yang menyiksa hewan.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini