Guru & Siswa di Sekolah Pramugara Korban AirAsia Gelar Doa

Bramantyo, Okezone · Rabu 07 Januari 2015 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2015 01 07 65 1088882 guru-siswa-di-sekolah-pramugara-korban-airasia-gelar-doa-w2RwW449dh.jpg Guru & Siswa di Sekolah Pramugara Korban AirAsia Gelar Doa (Foto: dok. Okezone)

KLATEN - Suasana duka menyelimuti sekolah dari Wismoyo Ari Prambudi, salah satu kru pesawat AirAsia QZ 8501, yang menjadi tempat menimba ilmu selama tiga tahun.

Guru dan siswa SMP Negeri 2 Klaten, Jawa Tengah, terlihat khusyuk menggelar doa untuk pramugara pesawat yang jatuh di perairan kawasan Pangkalan Bun dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura.

Titik Maryati, salah satu guru Wismoyo, mengatakan masih mengingat sosok Wismoyo atau akrab disapa Yoyok ini saat menjadi muridnya. Meski anak seorang ibu guru, Yoyok tak pernah bergantung terhadap orangtuanya itu.

Ketika masih duduk di SMPN 2 Klaten, Yoyok yang lulus pada 2004 ini termasuk anak yang cerdas dan pintar. Bahkan, selama tiga tahun menimba ilmu, Yoyok selalu masuk peringkat 10 besar di sekolah.

"Yoyok anak yang pintar. Sewaktu masih duduk di bangku sekolah, Yoyok selalu masuk 10 besar. Bahkan, Yoyok selalu menduduki peringkat empat sampai lima di kelasnya," papar Titik, di Klaten, Jawa Tengah, belum lama ini.

Menurut dia, tak hanya pandai, Yoyok juga dikenal anak yang sopan dan mudah bergaul. Tak heran, sewaktu di sekolah, Yoyok memiliki teman yang cukup banyak.

Titik sendiri menyatakan awalnya tak begitu terkejut saat baru mendengar pesawat AirAsia QZ 8501 dinyatakan hilang kontak. Dirinya baru terkejut saat mendengar salah satu kru di AirAsia yang dinyatakan hilang itu ada bekas muridnya yang menjadi Pramugara di AirAsia yang hilang tersebut.

"Jelas saja kaget pas tahu di pesawat itu ada Yoyok," paparnya.

Tak hanya Titik yang merasa sedih atas meninggalnya Yoyok dalam musibah tersebut. Wakil Kepala SMPN 2 Klaten, Ngatimin, pun mengaku sangat terkejut dan ikut sedih atas musibah yang menimpa mantan muridnya tersebut.

Ngatimin berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran atas musibah tersebut.

"Sedih sekali saat mengetahui kalau bekas murid kami pun ada yang jadi korban. Tapi, kami sangat bangga terhadap sosok Yoyok. Meski masih muda, tapi Yoyok termasuk bekerja ulet. Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi semua ini," ungkapnya.

Jenazah Yoyok sendiri telah dimakamkan di pemakaman umum yang tak jauh dari rumah orangtuanya di Dusun Jetak Lor RT 01 RW 09, Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah. (fsl)

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini