Tahun Baru, Haruskah Baru?

Rabu 31 Desember 2014 09:32 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 31 65 1086038 tahun-baru-haruskah-baru-6KJuSpqqgi.jpg Ilustrasi: suasana malam perayaan pergantian tahun. (Foto: dok. Okezone)

PERGANTIAN tahun dari 2014 menuju 2015 kian dekat. Sebentar lagi kita semua akan memulai tahun yang baru. Tahun baru, haruskah baru? Pertanyaan reflektif yang harus direnungkan di akhir tahun sebelum memulai hidup di tahun yang baru. Menuntut sebuah jawaban dan komitmen yang harus kita geluti di hari yang akan datang. Apa yang harus baru?

Menuju sebuah kebaruan bukan berarti banyaknya harapan yang dibuat, melainkan seberapa banyak kita mewujudkan harapan kita. Dibutuhkan juga keberanian untuk membuat terobosan baru untuk sebuah kebaikan, meskipun banyak menuai celaan atau kritik dari mereka yang menentang dan mendukung terwujudnya harapan itu. Sebagai mahasiswa perubahan haruslah diutamakan agar mampu menghadapi tantangan zaman yang kian maju.

Indonesia membutuhkan sebuah perubahan yang signifikan. Di tahun 2015 segenap masyarakat Indonesia akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebuah tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh masyarakat Indonesia. MEA bagi Indonesia adalah sesuatu hal yang baru. Sudahkah Indonesia siap menghadapi hal baru ini? Dan juga, apakah mahasiswa siap menghadapi MEA?

Era pertarungan baru akan dimulai. Jika semua masyarakat belum siap menghadapi MEA maka Indonesia akan menjadi yang terbelakang. Bagi mahasiswa, strategi baru dalam belajar harus ditingkatkan. Belajar tak hanya mengejar target mendapatkan indeks prestasi (IP) tinggi, namun bisa berpikir inovatif, kreatif, arif dan bijaksana untuk menghadapi MEA dan tantangan yang akan datang.

Menyikapi kemajuan mahasiswa juga dituntut untuk mampu belajar lebih giat lagi. Selama ini belajar tergantung pada materi yang disajikan dalam buku. Mahasiswa juga dituntut untuk mampu belajar out of the book. Pengalaman diskusi dengan teman mahasiswa akan membantu kerangka berpikir dalam memecahkan masalah yang akan terjadi. Keberanian untuk berubah juga dengan membangun kejujuran diri mahasiswa untuk meninggalkan kebiasaan lama seperti nyontek saat ujian dan mental instan lainnya.

Tahun baru, haruskah baru? Ya, sebagai agen perubahan mahasiswa harus selalu berubah baik dalam cara belajar dan sikap sesuai perkembangan zaman. Asalkan tidak melanggar tata aturan dan karakter bangsa yang setia pada jiwa Pancasila. Perubahan tak sekedar pada komitmen mahasiswa semata, melainkan dengan aksi nyata yang kreatif, inovatif dan selalu kritis menghadapi sebuah perubahan, baik itu di lingkungan kampus atau di luar kampus. Salam.

Wilibaldus Wae

Mahasiswa Fakultas Hukum

Universitas Atma Jaya, Yogyakarta

Kampus Okezone menerima kiriman berita seputar kegiatan kampus, artikel opini, foto dan karya lainnya dari civitas akademika. Karya haruslah asli, bukan jiplakan dan belum pernah dipublikasikan di media lain. Kirimkan karya beserta identitas dan foto pendukung ke alamat kampus.okezone@mncgroup.com.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini