Komite Sekolah Bebani Orangtua Siswa

ant, · Sabtu 20 Desember 2014 11:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 20 65 1081818 komite-sekolah-bebani-orangtua-siswa-nIy7TCGnUo.jpg Komite sekolah sering membebani orangtua siswa, terutama dalam pungutan biaya pendidikan. (Foto: dok. Okezone)

SAMPIT - Keberadaan komite sekolah cenderung membebani orangtua siswa. Salah satunya dengan membuat kebijakan tentang pungutan biaya pendidikan.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Syamsul Hadi, memaparkan, sering kali sekolah meminta pungutan cukup tinggi. Sekolah berdalih, pungutan ini hanya untuk orangtua siswa yang mampu.

"Tapi ujung-ujungnya orangtua siswa lainnya merasa terbebani dan terpaksa membayar iuran, padahal mereka sangat membutuhkan uang itu," kata Syamsul.

Dia pun meminta komite sekolah bisa menjalankan fungsinya sesuai aturan dan tidak membuat kebijakan-kebijakan yang membebani orangtua siswa. Hal ini sesuai dengan hasil pantauan di lapangan dan aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Namun umumnya orangtua siswa enggan mengutarakannya karena khawatir akan berdampak terhadap anak mereka jika pungutan itu tidak dibayar," Syamsul mengimbuhkan.

Menurut Syamsul, keberadaan pungutan di sekolah sering muncul akibat komite sekolah terlalu jauh mengambil peran. Inisiatif-inisiatif berlebihan yang tujuannya baik, namun melenceng dari aturan dan justru membebani orangtua siswa tidak mampu.

Syamsul mencontohkan, tidak jarang komite sekolah melakukan kegiatan fisik dengan mengumpulkan dana dari orangtua siswa. Padahal, kegiatan itu merupakan tanggung jawab pihak sekolah.

"Kadang ada juga pihak sekolah yang mendorong komite melaksanakan kegiatan seperti itu padahal itu tanggung jawab sekolah. Penyediaan sarana pendidikan adalah tanggung jawab pemerintah. Komite seharusnya tidak masuk ke sana karena justru membebani orangtua siswa," tutur wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Kotim dan Seruyan ini.

Lurah Baamang Hulu, Sufiansyah saat pertemuan dengan tim reses DPRD Provinsi Kalteng, mengatakan, masih tingginya biaya pendidikan menjadi salah satu penyebab masih adanya anak putus sekolah.

"Ada biaya-biaya yang masih dibebankan kepada orangtua siswa sehingga ini menjadi salah satu penyebab putus sekolah. Semua pihak harus memperhatikan ini agar semua anak di daerah ini bisa menikmati pendidikan dengan baik," ujar Sufiansyah.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini