TIK Dihapus, Guru Ini Ngajar Lewat Blog

Margaret Puspitarini, Okezone · Rabu 26 November 2014 05:13 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 25 65 1070621 tik-dihapus-guru-ini-ngajar-lewat-blog-d7DxB5T6Go.jpg Guru TIK, Wijaya Kusumah, memilih blog sebagai media alternatif pengajaran. (Foto: Wijaya Labs)

JAKARTA - Media untuk belajar tidak terbatas. Apalagi dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sangat pesat. Media sosial pun dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk berbagi ilmu.

Inovasi tersebut yang dipilih oleh seorang guru TIK, Wijaya Kusumah. Pria yang akrab disapa Omjay itu aktif berbagi ilmu yang lewat blog miliknya. Dia mengatakan, blog merupakan salah satu media yang paling efisien untuk pembelajaran jarak jauh.

"Memanfaatkan teknologi di dunia pembelajaran sebenarnya mudah. Dan blog jadi media pembelajaran jarak jauh yang sangat efektif," ujar Omjay.

Banyak sumber inspirasi Omjay untuk mulai menulis. Salah satunya adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan. Namun, memulai menulis ternyata bukan hal mudah.

"Waktu pertama kali membuat blog saya langsung menulis. Tapi habis itu saya bingung mau menulis apa lagi. Kemudian saya lihat-lihat blogger lain jadi kembali terinspirasi untuk nulis. Walaupun di awal-awal saya sering memasukkan tulisan orang lain, dari situ saya belajar untuk menulis lebih baik," tuturnya.

Keinginan pria berbadan tambun itu untuk berbagi ilmu lewat blog semakin kuat ketika adanya implementasi kurikulum 2013. Sebab, pelaksanaan kurikulum baru itu membuat peran mengajar Omjay sebagai guru TIK berkurang.

"Sertifikasi terhambat karena dalam kurikulum 2013 TIK dihapus. Maka saya terus berbagi ilmu yang saya punya lewat blog secara free dan Alhamdullilah makin lama makin banyak yang baca," urai Omjay.

Keaktifan Omjay dalam berbagi ilmu tanpa pamrih itu ternyata tidak hanya bermanfaat bagi orang lain tapi juga bagi dirinya sendiri. Salah satu manfaat itu ialah kesempatan yang diraih Omjay untuk menempuh pendidikan doktoral di Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

"Waktu itu uang masuknya Rp14 juta sementara tunjangan sertifikasi saya terhambat. Ketika minta rekomendasi dari kepala sekolah, Beliau memberikan saya dana Rp7 juta yang berasal dari patungan teman-teman guru yang lain karena melihat kontribusi saya dalam berbagi ilmu di blog. Bahkan Rp7 juta sisanya juga dipinjamkan dari kas sekolah," katanya.

Tidak hanya kesempatan melanjutkan pendidikan S-3, tulisan Omjay juga mendapat apresiasi dalam berbagai kompetisi dan meraih hadiah puluhan juta rupiah. Kini, dia juga kerap diundang sebagai pembicara di sejumlah acara untuk berbagi inspirasi kepada guru-guru lain untuk rajin menulis.

"Saya jadi bisa jalan-jalan karena ngeblog. Diundang jadi pembicara di berbagai acara. Dan agar pembelajaran di sekolah tidak tertanggu, materi saya tulis di blog," ungkap Omjay.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini