Tidak Perlu Mata Pelajaran Khusus TIK

Margaret Puspitarini, Okezone · Rabu 26 November 2014 03:10 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 25 65 1070616 tidak-perlu-mata-pelajaran-khusus-tik-ndpbiMqd8f.jpg Materi pelajaran TIK bisa dilebur dengan mata pelajaran lain. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Kurikulum 2013 menghasilkan beberapa perubahan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Salah satunya adalah penghapusan pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) karena pelajaran tersebut terintegrasi dengan semua mata pelajaran.

Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari Pengembang Teknologi Pembelajaran Pustekkom Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Uwes Anis Chaeruman. Dia berpendapat, TIK bisa dipelajari dengan lewat implementasi di tiap mata pelajaran.

"Tidak membutuhkan pendidikan khusus untuk mempelajarinya. Pelajaran TIK tidak dibutuhkan tapi terintegrasi dengan pelajaran lainnya," kata Uwes.

Dia menyebut, berdasarkan level pembelajaran yang disusun bersama Cambridge, kompetensi TIK Indonesia masih tertinggal. Karena selama ini yang dipelajari hanya sebatas teori bukan melihat implementasi.

"Kalau dilihat dari level pembelajaran menurut konsep yang saya susun bersama Cambridge, jika kita masih belajar tentang TIK bukan dengan implementasi TIK dalam mata pelajaran, kapan mau naik levelnya? Dengan belajar bahasa Inggris kita bisa sekaligus menguasai TIK," paparnya.

Oleh karena itu, kata Uwes, penting untuk membekali para calon guru dengan kompetensi TIK. Tidak hanya memanfaatkan TIK dalam pendidikan tapi bagaimana menggunakannya secara tepat guna.

"Sekarang sudah jadi wacana untuk mengintegrasikan dalam semua jenjang pendidikan di semua Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK). Sekarang memang belum tapi akan kami usulkan. Kami juga akan membuat standar kompetensi TIK untuk guru, yakni bagaimana pemanfaatan ICT secara tepat guna," ujar Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini