Rohis Sekolah Tangkal Radikalisme

ant, · Selasa 11 November 2014 15:25 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 11 65 1063945 rohis-sekolah-tangkal-radikalisme-am3jpDqyoM.jpg Kegiatan rohis dianggap mampu menangkal radikalisme dan paham intoleran di sekolah. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Kegiatan rohani Islam (rohis) di sekolah dipercaya mampu menjadi saluran untuk menekan dan menangkal pemikiran yang mengarah kepada paham radikal atau intoleran. Rohis sendiri merupakan bagian dari organisasi siswa intrasekolah (OSIS) yang berperan dalam membangun suasana budaya agamis.

Direktur Pendidikan Agama Islam, Amin Haidari mengakui, ada pihak yang memanfaatkan organisasi siswa dengan menyusupkan indoktrinasi paham keagamaan tak sesuai dengan paham keagamaan Islam Indonesia, bahkan merusak keutuhan NKRI. Karena itulah, Kemenag pun melakukan pembinaan terhadap guru agama Islam yang selama ini hanya mengajar di kelas. Kemudian, para guru tersebut akan dilibatkan dalam kegiatan Rohis.

"Mereka tidak saja diminta menemani anak-anak selama belajar, tetapi juga mendampingi kegiatan mereka di luar jam belajar," ujar Amin.

Amin mengimbuhkan, Indonesia perlu pemimpin yang mengayomi semua tanpa melihat asal-usul, suku bangsa dan agama di tengah keberagaman yang ada. "Kemenag berkepentingan atas munculnya generasi muda yang memiliki pandangan keagamaan yang inklusif dan toleran," tuturnya.

Guna menggencarkan peran rohis tersebut, Kementerian Agama pun mengumpulkan sekira 2.000 siswa tingkat SMA dan SMK dari seluruh Indonesia di Cibubur, 12-15 November, mendatang. Mereka akan belajar tentang pentingnya Islam kebangsaan dan pendidikan kepemimpinan.

Menurut penyanyi Aunur Rofiq Lilfirdaus atau Opic, kegiatan yang akan dibuka Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tersebut sangat penting sebagai upaya membangkitkan potensi dan kreativitas siswa. Dia berharap, helatan berskala nasional pertama ini dapat melahirkan manusia Islam yang tangguh dan bertanggung jawab serta menumbuhkembangkan semangat keberagaman melalui diskusi keagamaan serta ritual keagamaan lainnya.

"Melalui pelatihan jiwa kepemimpinan diharapkan melahirkan siswa yang mampu mengorganisasi diri dan kelompok, melakukan kerjasama dan berdisiplin. Ini juga penting," ungkapnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini