Putus Sekolah, Kursus Aja!

Margaret Puspitarini, Okezone · Selasa 28 Oktober 2014 15:06 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 28 65 1057950 putus-sekolah-kursus-aja-ZLDAjnm2xD.jpg Ilustrasi: kegiatan pelatihan keterampilan elektronik di Rumah Belajar Samsung. (Foto: dok. YCAB)

TANJUNG MORAWA - Pelajar putus sekolah bisa mengasah keterampilan lewat kursus. Apalagi, sudah banyak lembaga kursus yang menyediakan pendidikan gratis.

Salah satunya Rumah Belajar Samsung (RBS). Di program buatan PT Samsung Electronics Indonesia(SEIN) dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) dan Pelayanan Sosial Anak Remaja (PSAR) ini, para pelajar putus sekolah bisa belajar berbagai keterampilan.

RBS terbaru terletak di Tanjung Morawa, Medan. Bangunan seluas 170 meter persegi itu memiliki empat ruang kelas. Setiap kelas memberikan pelajaran keterampilan menurut kurikulum yaitu kelas telepon selular, perangkat rumah tangga, teknologi informasi/komputer dan audio visual. Ada juga fasilitas perpustakaan.

Peserta RBS Medan sekira 300 anak putus sekolah maupun para pengangguran produktif dengan rentang usia 17-25 tahun. Mereka akan mendapatkan pelatihan kursus keterampilan elektronik selama enam bulan guna meningkatkan keterampilan dan memperluas pengetahuan. Sehingga mereka mampu bersaing dalam mencari pekerjaan di industri elektonik maupun membuka usaha sendiri.

"Kami percaya, masa depan anak muda dibangun melalui pendidikan yang mereka dapatkan sejak kecil. Bekerja sama dengan YCAB dan PSAR, kami menyelenggarakan pelatihan elektronik di Rumah Belajar Samsung Medan untuk membuka kesempatan bagi anak muda menjadi teknisi siap kerja atau bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar," ujar Vice President Corp. Business and Corp. Affair Samsung Elektronik Indonesia (SEIN) Kang Hyun Lee di Tanjung Morawa, Medan, Selasa (28/10/2014).

RBS Medan merupakan program ketiga yang dilaksanakan SEIN. Sebelumnya mereka telah mendirikan program serupa di Duri Kepa, Jakarta Barat dan Cikarang, Bekasi.

Lee menyatakan, kedua RBS itu telah menghasilkan 500 tenaga kerja siap pakai. Dari jumlah tersebut, 65 persen sudah terserap di dunia kerja.

"Mereka bekerja di perusahaan dan membuka wirausaha. Kini dengan kehadiran Rumah Belajar Samsung Medan akan ada sekira 300 anak muda lain menjadi tenaga kerja siap pakai," paparnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini