Studi ke Jerman dengan Beasiswa DAAD

Margaret Puspitarini, Okezone · Jum'at 10 Oktober 2014 09:07 WIB
https: img.okezone.com content 2014 10 09 65 1050269 UVVbzjP4YX.jpg Studi ke Jerman dengan Beasiswa DAAD. (Foto: Reuters)

JAKARTA - Selain Erasmus Mundus (EM), sejumlah negara anggota Uni Eropa juga menyediakan program beasiswa masing-masing. Misalnya Deutscher Akademischer Austausch Dienst (DAAD) atau Dinas Pertukaran Akademis Jerman.

DAAD merupakan organisasi bersama antara institusi pendidikan tinggi dengan asosiasi mahasiswa Jerman. Merupakan organisasi terbesar di Jerman yang mengkhususkan diri pada masalah pendidikan.

Tidak hanya beasiswa, DAAD juga menggelar pertukaran mahasiswa, akademisi, dan ilmuwan, kemudian study visit, seminar, dan berbagai kegiatan lain. Untuk program beasiswa terdapat dua jenis, yakni beasiswa khusus dan beasiswa reguler.

Beasiswa khusus tidak setiap tahun ditawarkan dan biasanya ditujukan untuk bidang ilmu tertentu. Misalnya beasiswa bidang kebijakan politik, studi konflik dan manajemen program, serta manajemen kontinuitas air.

Sementara beasiswa reguler merupakan program yang rutin digelar setiap tahun akademik. Program ini terbagi menjadi dua, yakni beasiswa jangka panjang dengan studi penuh di Jerman bagi lulusan S-1 maupun S-2 dan beasiswa jangka pendek dalam bentuk penelitian yang ditujukan bagi para dosen.

DAAD juga bekerja sama dengan Ditjen Dikti Kemendikbud dan meluncurkan program beasiswa reguler yang diberi nama Indonesian-German Scholarship Programme (IGSP). Beasiswa tersebut ditujukan bagi dosen atau calon dosen universitas negeri dan swasta tanpa batasan usia untuk meraih gelar doktor.

Beasiswa DAAD meliputi berbagai komponen. Mulai dari biaya kuliah dan penelitian, biaya hidup berupa uang saku dan bulanan, kursus bahasa Jerman di Jerman, tunjangan biaya perjalanan, tunjangan keluarga, serta asuransi.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini