PT Belum Cetak Lulusan Siap

Koran SI, Koran SI · Jum'at 11 Desember 2009 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2009 12 11 65 284020 MwUapFcE6A.jpg

SEMARANG - Perguruan Tinggi (PT) hingga kini belum mampu untuk mencetak lulusan siap kerja. Hal itu ditunjukkan dengan meningkatkan jumlah pengangguran jenjang strata satu (S-1) pada 2007 yang mencapai 409.980 orang.

"Padahal pada 2006 jumlahnya sudah menunjukkan penurunan dibanding 2005 menjadi 375.601. Tapi ternyata jumlahnya naik semakin mengkhawatirkan," jelas Anggota Tim Pengembangan Program Mahasiswa Direktorat Kelembagaan Ditjen Pendidikan Tinggi, Agus Ali, di sela-sela Seminar kewirausahaan di Universitas Dian Nuswantoro, kemarin. Dia menjelaskan, fenomena tersebut dipengaruhi beberapa hal termasuk sistem pembelajaran atau perkuliahan yang diterapkan di PT.

Dia menganggap, selama ini PT belum mampu mencetak lulusan yang mampu berkreasi dalam kesulitan dan keterbatasan. Hal itu diperparah dengan proses pembelajaran PT yang tidak bersentuhan langsung dengan lingkungan dunia kerja. "Akibatnya, para lulusan ini hanya mencari kerja tetapi mereka tidak bisa menciptakan lapangan kerja sendiri," terangnya. Agus menambahkan, penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga merupakan kunci untuk kemajuan yang sudah banyak diterapkan di negara-negara maju.

"Untuk menciptakan negara maju, setidaknya harus memiliki sekira 2 persen entrepreneurship (wirausaha), namun jumlah wirausaha di Indonesia saat ini masih kurang dari 1 persen, sebab kebanyakan adalah pedagang, bukan wirausahawan," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama CV Aneka Ilmu Suwanto yang juga menjadi pembicara mengatakan, saat ini banyak lulusan yang enggan dan ragu-ragu dalam memulai usaha akibat terbentur permasalahan modal.

Padahal menurutnya, modal banyak, bukanlah hal terpenting untuk memulai sebuah usaha. "Sebenarnya kunci untuk mencapai keberhasilan dalam usaha sangat bergantung kepada tiga hal yang harus dimiliki seorang entrepreneurship, yakni tekad kuat, semangat tinggi, dan keberanian menghadapi risiko," katanya.

Kemudian, kata dia, dalam memulai dan menjalankan usaha juga diperlukan konsep pengaturan waktu yang jelas dan tepat, serta kemampuan untuk melayani, dan memenuhi apa yang sesungguhnya konsumen butuhkan.

"Jika tidak, maka sekalipun orang memiliki modal yang besar, maka modal yang dimilikinya akan sia-sia,walaupun banyak," tukasnya bersemangat.

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini