Dosen-Mahasiswa ITB Bahas Kecurangan Akademik

Jum'at 29 Mei 2009 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2009 05 29 65 224304

BANDUNG - Kalangan dosen dan mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) mengikuti diskusi yang diselenggarakan Komisi Pembelajaran Direktorat Pendidikan ITB dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, kemarin.

Dikutip dari itb.ac.id, Jumat (29/5/2009), dalam diskusi itu Direktorat Pendidikan ITB memaparkan kasus kecurangan akademik yang terjadi. Pada tahun 2005 ada 3 kasus yang melibatkan 10 mahasiswa, Pada tahun 2006 ada 2 kasus dengan 2 mahasiswa, pada 2007 tidak ditemukan kasus kecurangan, dan pada tahun lalu ada satu kasus yang dilakukan satu mahasiswa.

Dalam diskusi itu terungkap bahwa integritas merupakan sesuatu yang harus dibangun. Takut gagal, sistem pendidikan yang terlalu berorientasi nilai, dan ketidakmampuan dosen dalam mengomunikasikan bahan kuliah menjadi latar belakang mahasiswa menanggalkan integritasnya.

Oleh karena itu, dosen sebagai pendidik, yaitu pembentuk sikap dan peningkat hasrat berpikir dituntut untuk turut memperbaiki sistem pendidikan. Selain dosen, mahasiswapun turut memaparkan pendapatnya mengenai kecurangan akademik.

Pramudita Satria Palar, Mahasiswa Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) ITB, menjelaskan beberapa tipe kecurangan akademik. Pertama plagiarisme, contohnya menyalin pekerjaan orang dan mengatasnamakan itu sebagai pekerjaan sendiri. Kedua,

fabrication, contohnya mengubah data praktikum. Ketiga, deception (menipu). Keempat, sabotage (sabotase). Kelima, cheating (mencontek). Keenam, professioral misconduct (pilih kasih).

Pramudita juga menjelaskan bahwa mencontek akan berakibat pada menurunnya reputasi universitas, pengetahuan yang tidak berkembang, dan menumbuhkan bibit-bibit korupsi. Untuk menghentikannya, beberapa jalan yang dapat ditempuh misalnya membuat perjanjian antara dosen dan mahasiswa, memberi hukuman tegas pada pelaku kecurangan akademik, meminimalisasi jalan untuk mencontek saat ujian dengan memperketat pengawasan ujian, dan membangun karakter integritas pada mahasiswa.

Sementara dari pihak dosen mengimbau mahasiswa untuk selalu mengerjakan 'good work' dengan hasil yang excellent, bermanfaat, dan yang terpenting dicapai dengan etika.

(jri)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini