Ribuan Ijazah Ilegal Beredar dari PTS di Yogyakarta

Sita Maharani, Sindoradio · Kamis 08 Januari 2009 13:07 WIB
https: img.okezone.com content 2009 01 08 65 180660 cbfTmg3DXb.JPG
YOGYAKARTA - Lebih dari 1.400 ijazah ilegal beredar dari Perguruan Tinggi Swasta di Yogyakarta. Hal ini terjadi sudah cukup lama sejak 3-4 tahun terakhir ini. Bahkan dalam satu program studi bisa ditemukan sampai ribuan.

Ijazahnya yang dimaksud adalah ijazah asli, namun prosesnya illegal karena mahasiswa mendapatkannya tanpa mengikuti proses belajar mengajar sebagaimana mestinya.

"Kami menemukan ada suatu jumlah yang sangat besar. Misalnya, seorang mahasiswa pindah dari prodi A ke prodi B, padahal kompetensinya berbeda. Tapi SKS yang diakui sangat banyak sekali sehingga hanya menempuh beberapa mata kuliah. Mungkin dua semester saja, kemudian mahasiswa tersebut diterbitkan ijazah dengan transkip yang seolah-olah dia menempuh mata kuliah sejak semester 1 yang sebenarnya tidak dia tempuh. Ini kan suatu proses yang tidak benar," kata Koordinator Kopertis V Prof Dr Budi Santoso Wignyosukarto Kamis (8/1/ 2009).

Budi Santoso mengungkapkan ijazah illegal ini beredar karena unsur ketidaktahuan. Dan kasus ini sudah ditangani sejak awal tahun 2008. Budi Santosa menambahkan pihaknya sebenarnya bisa melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, namun saat ini pihaknya masih melakukan pembinaan. Budi Santosa mengungkapkan sebaiknya ke depan program studi tersebut ditutup saja.

"Tidak hanya satu per kasus ya, ada satu dua mahasiswa yang seperti itu. Ada yang se dikit ada yang banyak, tapi saya melihat ada beberapa perguruan tinggi yang melakukan seperti itu. Tapi saya tidak bisa mengatakan jumlahnya", ujar Budi.

Budi juga menambahkan pihaknya sudah meminta mereka untuk menyelesaikan masalah, tetapi menurutnya PTS tersebut masih keberatan karena khawatir jika dibatalkan masyarakat akan menuntut mereka.

"Namun sebetulnya jika yang menerima ijazah tidak mengikuti prosedur yang benar seharusnya mereka menyadari hal tersebut. Karena sebenarnya ijazah tersebut tidak layak dipakai," tegas Budi.

Mulai tahun 2009 ini menurut Budi, Kopertis mempunyai kewenangan untuk memperpanjang atau tidak suatu program studi di PTS. Karena itu pihaknya akan lebih ketat melakukan pengawasan . Jika program studi sudah tidak sehat dan melakukan suatu hal yang tidak benar maka kopertis akan menutup.

"Meski sekarang ini PTS mempunyai otonomi namun standar proses harus selalu diikuti," tambah Budi.

(fit.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini