Politik Pengangkatan Kepsek Sulit Dihindari

Iradhatie Wurinanda, Jurnalis
Rabu 27 April 2016 19:04 WIB
Ilustrasi Foto: dok. Okezone.
Share :

JAKARTA - Program Persiapan Kepala Sekolah (PPKS) yang dimulai sejak 2010 merupakan salah satu terobosan menyiapkan para guru yang layak menjadi kepala sekolah. Program ini dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LPPKS) yang terdiri atas tiga tahap pembelajaran. Para guru yang berhasil meyelesaikan pembelajaran profesional kemudian akan mendapatkan Nomor Unik Kepala Sekolah (NUKS).

Terdapat 147 kabupaten atau kota yang sudah mendapatkan dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pelaksanaan PPKS. Namun, dari total jumlah kepala sekolah, hanya 1,2 sampai 2,1 persen yang memiliki NUKS. Bahkan, dari jumlah tersebut, hanya 35 persen yang akhirnya menjadi kepala sekolah.

"Sejauh ini baru 35 persen alumni PPKS yang terserap menjadi kepala sekolah. Kalau dikembalikan ke komitmen awal PPKS tentu sangat disayangkan. Di daerah-daerah, politik seperti ini tak bisa dihindari," ujar Component 2 Manager Education Quality Australia's Education Partnership with Indonesia School System and Quality (SSQ), Yaya Kardiawarman dalam Kopi Darat Diskusi Pendidikan ACDP di Kemdikbud, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Guna mendorong meningkatnya jumlah lulusan PPKS yang menjadi kepala sekolah, tutur Yaya, setiap daerah perlu menentukan berapa kebutuhan kepala sekolahnya. Menurut dia, secara konsep seharusnya para guru yang sudah mendapat NUKS bisa didistribusikan menjadi seorang kepala sekolah.

"Terkadang daerah mendaftarkan calon kepala sekolah melebihi kebutuhan. Belum lagi unsur politis. Sehingga perlu komitmen dari daerah yang sudah bekerjasama dengan LPPKS," sebutnya.

Yaya menambahkan, kepala sekolah di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) merupakan kewenangan pemerintah daerah. Sedangkan di Kementerian Agama kewenangan berada di provinsi atau kantor wilayah.

"Kepala sekolah ini pada akhirnya bisa diangkat oleh bupati, kepala kanwil, kepala dinas pendidikan provinsi berdasarkan mekanisme penerbitan SK-nya," tandasnya.

Ikuti try out online SBMPTN 2016 Okezone di laman: tryout.okezone.com pada 25 April-10 Mei. Ada hadiah menarik bagi peserta dengan nilai tertinggi, lho!

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya